• Minggu, 4 Desember 2022

3 Tips Sukses Bisnis Rumah Makan Modal Kecil Bagi Pemula

- Rabu, 9 November 2022 | 06:23 WIB
Ilustrasi Bisnis Rumah Makan Padang (tokomesin.com)
Ilustrasi Bisnis Rumah Makan Padang (tokomesin.com)

Ibarat ID - Berbincang soal peluang usaha warung makan pasti tidak ada ‘busuknya’ selama manusia masih punya perut. Warung makan modern sampai model warung makan sederhana masih memiliki peluang besar meraup keuntungan besar di tengah ketatnya bisnis kuliner saat ini.

Tak pelak, masih bermunculan rumah makan baru dengan konsep baru pula,  desain dan penataan yang enak buat nongkrong, tidak melulu mengandal rasa dan model prasmanan. Mereka hadir tidak lain adalah untuk bersaing mendapatkan pelanggan demi eksistensi mereka dengan tips dan strategi berbeda beda, apakah anda mau seperti mereka? Membangun Rumah Makan Modal Kecil? Atau langsung bermain model besar dengan membuat warung modern?

Oke. Itu terserah anda, karena urusan itu, kantong anda yang berbicara. Terlepas dari kesiapan anda membangun bisnis rumah makan yang banyak saingannya.  Namun, jika anda pemula kemungkinan besar anda harus belajar mengenai beberapa point tentang usaha ini supaya bisa bersaing dan memajukan usaha rumah makan anda.

Baca Juga: Desain Rumah Minimalis 2 Lantai Terbaru 2022 Paling Tren

Dalam beberapa pengamatan saya, rumah makan yang hadir langsung membuat gebrakan tetapi kurang konsisten artinya, hanya di awal awal laris, namun kedepannya ‘loyo’. Kasus terjadi justru pada warung makan semi modern atau restoran yang nanggung.

Hal ini disebabkan karena operasionalnya mahal namun keuntungannya sedikit, jadinya banyak yang memilih out dari usaha kuliner, mereka justru lebih memilih warung makan tenda yang menjual makanan speifisik seperti nasi goreng, mie pecel. Lele bakso karena dinilai lebih praktis, modal kecil tetapi keuntungannya sama, bahkan lebih besar.

Hal ini justru berkebalikan dengan usaha rumah makan jawa sederhana yang menyediakan lengkap seperti lauk dan nasi. Rumah makan jenis lebih laris manis dikalangan masyarakat karena terjangkau. Apalagi jika lokasi rumah makan sederhana terletak di area kampus, pabrik dan perkantoran. Mereka justru lebih sering memilih ‘nasi+lauk’ ketimbang makanan  siap saji esifik seperti ketoprak, bako dan mie ayam, mereka akan membeli makanan tsb bila ingin saja.

Baca Juga: 15 Wisata Di Subang yang Seru dengan Pemandangan Asri

Ingat, kalau orang Indonesia tidak makan nasi, seperti belum dinamakan makan, bukankah begitu? Mungkin bagi ‘HORANG KAYA’ sedikit berbeda persepsi, karena punya uang apapun bisa ia makan termasuk aspal. Eh. Jadi pertimbangan apa untuk membangun bisnis yang tidak ada matinya ini?

Halaman:

Editor: Dadi Supyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X